Sunday, December 03, 2006

FOSIROT adakan Halal-Bi Halal

Alhamdulillah, akhirnya adik-adik rohis di Forum Silaturahim Rohis se-Kota Tegal dapat menyelenggarakan Hala-halal Bi Halal secara mandiri.

Bertempat di Aula Yasis Kota Tegal, Ahad tanggal 20 Nop 06 bertepatan dengan 27 Syawa 1427 H pukul 08.00-12.00 acara berlangsung meriah khas anak remaja.
Semua ceria dengan tetap menjaga dan memegang syariat.

Ketua Panitia Halal Bi Halal, Didi Supiyadi (kelas XI IPS, SMU N I Tegal) memanjatkan syukur pada Alloh dan mengucapkan terima kasih pada kawan-kawannya yang telah membantu menyukseskan acara ini. Katanya, ketika Pengurus PLP singgah di tempat kegiatan.
Hadir dalam Halal Bi Halal itu seluruh pengurus FOSIROT, ditambah dengan siswa sekolah se Kota Tegal yang telah diundang oleh panitia.

Dalam taujih yang diberikan oleh Ustad Amirudin Jalam, mengingatkan agar para peserta menjaga tali silaturahim.
Dengan tali silatahurahim yang kuat akan melahirkan Ukhuwah Islamiyah yang dinamis, sehingga menjadi kekuatan prima dalam dakwah sekolah.

Di akhir acara, disepekati ta'lim bulanan.
Ta'lim I pertama akan diadakan di Masjid Jami SMA Al Irsyad hari Ahad tanggal 10 Des 2006.

Friday, November 17, 2006

Artikel : Gelas, Kolam & Memaafkan

Gelas, Kolam & Memaafkan
Minggu pagi yang cerah, dihalaman rumput taman ganesha Salman ITB. Tampak sesosok mentor yang sedang asyik memberikan simulasi kepada peserta mentoringnya.
“Adik-adik ini ada secangkir gelas yang berisi air putih! dan disamping kita juga ada kolam ikan yang cukup luas.” Sekarang kalau air digelas ini kita masukkan 1 sendok makan garam dapur, bagaimanakah kira-kira rasanya?” Ungkap sang mentor.
Adik-adik mentoring : “Rasanya Asin kak!”
Mentor : “Sekarang kolam yang luas ini, kakak masukkan 1 sendok garam juga, bagaimanakah kira-kira rasanya?”
Adik-adik mentoring : “Tidak asin kak!”
Mentor : “ Betul adik-adik!” ada yang bisa menjelaskan?”
Adik : “ Air digelas sangatlah sedikit, hal ini disebabkan kapasitas gelas yang kecil sehingga menyebabkan air menjadi sangat asin. Berbeda dengan kolam yang sangat luas yang mudah melarutkan garam dengan sangat cepat dan menguraikannya hingga tak berasa.
Mentor : “Yap!“Sekaranng kita anggap Gelas dan Kolam melambangkan hati didada kita sedangkan garam adalah racun seperti kata-kata negatif dan perbuatan yang menyakitkan kita”. Manakah yang lebih baik?”
Adik-adik Mentoring : “Kolam yang luas kak!”
Mentor :” Andai saja kita selalu berlapang dada setiap mendapat garam, tentunya tidak akan ada dendam dan khilaf yang membekas. Dan apalagi jika kita bisa berlapang dada seluas-luasnya, kita akan bisa menahan marah, memaafkan, dan berbuat baik kapan saja.
Menahan marah, memaafkan dan berbuat baik adalah kesatuan nilai yang mendasari ketaqwaan. Menahan marah saja tanpa memaafkan bukan ciri orang taqwa, tapi ciri orang pendendam.
Memaafkan jelas tak bisa direkayasa secara artifisial hanya dengan halal bihalal, maaf yang tulus lahir dari perkataan yang tulus kepada orang lain.
Orang yang hanya memperhatikan dirinya tak akan pernah dapat memaafkan. Karena itu, untuk dapat memaafkan, kita harus memusatkan perhatian kita kepada orang lain. Kita harus beralih dari pusat ego kepada posisi orang lain, kepada egoisme kepada altruisme.
Orang-orang altruis, dalam Al-Qur’an disebut sebagai orang yang berbuat baik (Al-Muhsinin).
Nabi Muhammad SAW, sangat dikenal sebagai orang yang pemaaf, beliau taburkan maafnya kepada orang-orang yang menyakitinya.
Tetapi, ciri orang taqwa bukan hanya suka memaafkan. Ia juga mampu meminta maaf. Tak jarang meminta maaf lebih sult dari memaafkan.
Kita ingat salah satu ayat di Al Qur’an.
Orang-orang yang apabila berbuat keji atau berbuat dosa, mereka ingat kepada Allah dan meminta maaf atas dosa-dosanya. Siapa lagi yang mengampuni dosa selain Allah?. Dan ia tidak mengulang lagi apa yang dikerjakannya padahal mereka mengetahuinya. (Holy Qur’an Ali imron :135)
Pertemuanpun ditutup dengan simulasi maaf dan Game Samaa..!
Wa Allahu a’lam bi al-showwab
Semoga bermanfaat,
Wanda Yulianto
NB: Untuk Game dan Simulasi lebih lengkap bisa menghubungi penulis (0815 720 666 16)

diambil dari milis : http://groups.yahoo.com/group/fosilram/message/969

Friday, November 03, 2006

BTQ SMP 7

Jumat, 3 Nop 06

Program BTQ kembali digulirkan SMP 7 Kota Tegal dengan tentor dari Pusat Layanan Pelajar (PLP) Cendikia Kota Tegal.

Program BTQ SMP 7 Kota Tegal yang dilaksanakan tiap jumat sore merupakan program lanjutan dari BTQ sebelumnya.

Bila pada pogram pertama, dikhususkan untuk melakukan pengelompokan siswa (mahir, bisa, tidak bisa), maka pada program kali ini, BTQ telah sampai pada tahap pembimbingan.

Siswa yang belum bisa dibimbing oleh tentor, sedangkan yang sudah mahir mendapatkan tindak lanjut berupa pelajaran terjemah.
Bahkan berdasarkan rencana, akan diusahakan agar siswa mampu memahami apa yang dibacanya.

7 tentor pria dan 10 tentor wanita siap diterjunkan disana.
Semoga langkah ini dapat menjadi keberhasilan untuk mengurangi dan menghilangkan siswa buta huruf al qura'n. Amin.

Thursday, November 02, 2006

Pelatihan Manajemen ROHIS 2006

Untuk memberikan pelayanan pada pelajar dalam mengelola Rohani Islam (rohis) di sekolah masing-masing, maka PLP berkreasi menyelengagrakan pesantren kilat " pelatihan manajen rohis 2006 selama 3 hari mulai tanggal 5-7 Oktober 2006 bertempat di Aula SMK N 2 Kota Tegal.

Peserta yang hadir merupakan utusan sekolah-sekolah. Dari 25 sekolah yang diundang sekitar 60 % hadir.
Alhamdulillah dengan kerja keras para pengurus PLP Cendikia, kegiatan ini berhasil menelorkan sebuah wadah untuk ROHIS-ROHIS Se-Kota Tegal.
Seluruh peserta sepakat memberikan nama pada wadah rohis ini dengan sebutan FOSIROT.
Fosirot adalah akronim dari Forum Silaturahim Rohis Kota Tegal.
Ketuanya berasal dari SMA Al Irsyad bernama saudara Toyib, sedangkan sekretarisnya berasal dari SMA 4 tegal saudari Niima, untuk Bendahara berasal dari SMA N 1 Tegal saudara Didi Supiadi.

Sunday, September 17, 2006

Everyday Is Pe De Day

Ahad, 16 Sept 06

SMU Muhammadiyah lantai 2 mendadak ramai pada Ahad 16 September 2006 kemarin.
Hiruk pikuk di lantai 2 ini karena ada Training Pengembangan Diri " Everyday Is Pe De Day" yang diselenggarakan Pusat Layanan Pelajar Cendikia Kota Tegal.

Training ini dimaksudkan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kepercayaan diri para peserta yang berasal dari SMP-SMP Se Kota Tegal.

Sekitar 70 siswa hadir sejak pukul 09.00 disana.
Berbagai wajah mungil nan polos khas anak SMP satu persatu memasuki ruangan untuk registrasi training.
Peserta nampak antusias dengan acara ini.
Para peserta mengikutinya dengan khidmat.
Hasilnya pada akhir acara, muncul ke-Pede-an diri dari peserta dengan pembentukan tim teather,dai cilik, dan grup nasyid dadakan.
Berbekal training selama 2 jam, para peserta menuai banyak ilmu tentang cara menumbuhkan dan memupuk kepercayaan diri.

Sang Trainer Pa Arief Rahman (direktur LP3I Kota Tegal) mengatakan, pangkal dari kepercayaan diri adalah pada "HATI".
Bersyukurlah jika ingin dapat percaya diri, sesungguhnya Alloh bersama kita".

Acara berakhir pukul 12.15 WIB

Thursday, September 07, 2006

CENDIKIA Gelar OutBond bersama AKPER PEMKOT








Sabtu, 2 September 2006

PLP Cendikia mendapatkan kepercayaan untuk mengelola Out Bond mahasiswa baru AKPER PEMKOT Tegal.
Peserta yang berjumlah 80 orang ini rata-rata berusia di bawah 20 tahun.

Dengan rencana-rencana game yang telah tersusun sejak sepekan sebelum pelaksanaan, tim outbond CENDIKIA membawa para mahasiswa untuk tampil lebih kreatif, semangat, percaya diri dan tentu saja memahami nilai-nilai kebesaran Tuhannya.

Letak kampus akper yang dekat dengan alam memudahkan CENDIKIA untuk memberikan warna lain dalam outbondnya.

Salah satunya adalah merayap di atas lumpur.

Sesuai permintaan panitia penerimaan mahasiswa baru, maka seluruh mahasiswa diharusnya melewati halang rintang berupa padang lumpur.
Dalam aplikasi kerja, seorang perawat akan menemui keadaan-keadaan yang kurang menyenangkan.
Bahkan untuk sebagian orang, keadaan itu disebut sebagai hal yang menjijikan.
Lumpur adalah salah satu cerminan tentang tantangan pekerjaan seorang perawat, disamping ketekunan, kesabaran dan ketelitian.

Tim out bond juga melatih peserta untuk dapat tampil manis meski dalam keadaan letih.
Senyum yang selalu mekar ketika bersua dengan kawan menjadi latihan yang diutamakan.
Kembali, seorang perawat dituntut untuk ramah pada pasien.
Keramahan merupakan salah satu dorongan psikologi pasien untuk sembuh.

Tuesday, August 15, 2006

Pelatihan Mentor Pelajar

Ahad, 13 Agustus 2006

Bertempat di SDIT USAMAH Kota Tegal , aktivis PLP CENDIKIA mengadakan pelatihan mentor pelajar.
Pelatihan ini ditujukan bagi pemuda-pemuda yang ingin terjun dan menggeluti mentoring dunia pelajar.
Peserta yang datang dari berbagai civitas sekolah mengikuti pelatihan ini.
Nampak guru STM Muhamadiyah, MAN, SMA Ikhsaniyah, SDIT Usamah, SMA 4, dll.
Acara dimulai pukul 08.00 tepat sampai dengan pukul 13.00 tepat.

Deputy Diklat PLP CENDIKIA yang mengelola pelatihan ini mengharapkan agar ketepatan waktu dapat terus dipertahankan.